


Drama tentang P. K. Ojong yang kami angkat bukan sekadar pementasan tugas, tetapi perjalanan belajar yang penuh proses. Menghidupkan kembali sosok jurnalis yang teguh membela kebenaran membuat kami sadar bahwa drama ini bukan hanya tentang suatu dialog dan adegan, melainkan tentang nilai keberanian dan tanggung jawab yang kami sampaikan di atas panggung.
Sebagai sutradara, saya belajar bahwa memimpin bukan hanya soal memberi arahan, tetapi juga soal memahami karakter setiap anggota tim. Tidak mudah menyatukan banyak kepala dengan latar dan sifat yang berbeda. Ada yang cepat menangkap instruksi, ada yang butuh waktu, ada yang penuh semangat, ada yang mudah lelah sepulang sekolah. Saya ingin latihan berjalan efisien tanpa menghilangkan rasa aman dan kebersamaan.
Proses ini mengajarkan saya arti kepemimpinan yang sesungguhnya. Tegas ketika waktu terbuang, tetapi tetap memberi ruang untuk didengar. Dari kesulitan mengatur tempo latihan hingga memastikan setiap adegan terasa hidup, saya belajar bahwa menjadi sutradara berarti bertanggung jawab bukan hanya pada hasil akhir, tetapi juga pada perjalanan tim. Drama ini akhirnya bukan hanya tentang P.K. Ojong, melainkan juga tentang bagaimana kami bertumbuh bersama selama prosesnya.