Dokumentasi Ujian Praktik – Shay Shannon – XIIA3/27

Awal tahun sudah terlewati dengan latihan tiap hari, pulang malam, hingga tidak tidur. Namun, dibalik semuanya itu terdapat nilai-nilai dan juga kenangan yang dapat diserap, bahkan saya yang bertugas sebagai Sie Kostum dan Lighting.


Saat saya ditugaskan sebagai Sie Kostum, saya langsung membuat kerangka kostum agar saya bisa tahu siapa saja yang bajunya perlu disewakan dan siapa saja yang bisa dipinjamkan ke orang-orang kenalan pribadi. Akhirnya yang memerlukan baju persewaan hanyalah aparat, sejak saat itu saja mencari-cari tempat persewaan kostum yang murah dan memiliki baju yang sesuai dengan karakter uprak.

Saat barangnya datang, terdapat banyak sekali bagian-bagian yang berukuran kecil dan warnanya menyamar dengan lingkungan kelas sehingga mudah hilang jika saya tidak teliti. Saat dipakai oleh para aparat, ada masalah yaitu sabuknya kebesaran, hal ini diselesaikan dengan mengisolasi sabuk agar tidak ada tali sabuk yang terlepas saat pentas.

Menjadi Sie Kostum merupakan pekerjaan yang reltif mudah jika dibandingkan dengan beberapa pekerjaan lain tapi tugas ini memerlukan ketelitian yang cukup tinggi agar setiap barang atau benda yang disewa tidak ada yang hilang atau rusak.


Ini merupakan dokumentasi saya saat salah satu latihan di Francis. Selain menjadi Sie Kostum, saya juga berperan sebagai lighting. Sama seperti pada awal proses penyewaan kostum, saya membuat alur lampu dan spotlightnya agar mudah untuk dilaksanakan. Yang menjadi kendala utama, terutama saat latihan, adalah perangkat yang mengatur lampu seringkali error, belum terkoneksi dengan lampu, atau tombolnya macet, tetapi semuanya diselesaikan dengan memahami perangkatnya terlebih dahulu sebelum latihan dan jika errornya keterlaluan kita memanggil orang yang biasanya paham tentang lampu disana.

Selain itu, posisi pengatur lampu dengan panggung sangat jauh sehingga saya seringkali tidak menangkap tanda-tanda kapan saya harus mematikan lampu atau menyalakannya, sehingga saat latihan tidak bisa dengan lancar karena lampu yang kelamaan atau kecepatan. Pada akhirnya, saya dibantu oleh teman saya yang berada di depan untuk memberikan saya aba-aba kapan mematikan dan kapan menyalakan.

Pengalaman ujian praktik ini sangatlah unik dan mengenangkan, tidak bisa di simpulkan dalam 1 atau 2 kata saja. Banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang dapat saya ambil dari pagelaran karya ini. Saya harap dengan adanya pagelaran karya ini, saya bisa bertumbuh dan berkembang lebih baik lagi.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *