Dokumentasi Ujian Praktek – Angelina Janice XIIA3/01

Pada ujian praktek, kelas kami memilih tokoh yaitu Petrus Kanisius Ojong (P.K. Ojong). Kami memilih P.K Ojong karena ia merupakan sosok yang penting dalam sejarah Indonesia sekaligus tokoh Katolik yang berpengaruh. P.K Ojong merupakan wartawan dan pengusaha pers yang dikenal sebagai pendiri surat kabar Kompas bersama dengan Jakob Oetama. P.K Ojong memperjuangkan kebebasan pers dan menjadikan media sebagai sarana pendidikan serta pembentuk opini publik yang bermoral dan berpihak kepada masyarakat.Menurut saya, bagian hidup yang paling menarik dari P.K Ojong adalah ketika kantor Kompas ingin dibekukan oleh para aparat karena dianggap terlalu frontal dan mengkritik pemerintah. Pada saat itu, situasi politik sangat menekan dan kebebasan berpendapat juga belum sepenuhnya terjamin. Hal ini sangat mengancam media terutama Kompas yang terlalu terus terang. Saya sangat takjub dengan P.K Ojong karena ia sangat berani dan tidak takut dengan segala ancaman yang diberikan oleh para aparat. Ia tidak memilih untuk melepaskan Kompas dan menyerah begitu saja, tetapi ia tetap mempertahankan Kompas dan memilih untuk terus berjuang mempertahankan prinsipnya sebagai jurnalis yang jujur dan berpihak pada kebenaran. Nilai-nilai Vinsensian yang saya dapatkan dari cerita hidup P.K Ojong adalah kesederhanaan dan kelembutan hati. Nilai kesederhanaan tampak ketika P.K. Ojong dengan berani dan jujur menyaksikan kebenaran melalui media, yakni dengan tetap memberitakan fakta apa adanya tanpa kepentingan pribadi, meskipun hal itu berisiko bagi dirinya dan Kompas. Ia tidak melebih-lebihkan, memanipulasi, atau menyembunyikan kebenaran demi keamanan, melainkan setia pada prinsip kejujuran. Nilai kelembutan hati terlihat dari sikapnya yang mampu mengendalikan diri, bersabar, dan bertindak dengan penuh kasih, meskipun berada di bawah tekanan dan ancaman. Ia tidak melawan dengan kekerasan atau kebencian, tetapi tetap tenang dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Perjuangan P.K. Ojong ini menunjukkan bahwa keberanian sejati dapat berjalan seiring dengan kesederhanaan hati dan kelembutan dalam bersikap.Dalam uprak ini, saya berperan sebagai tokoh tambahan yaitu pekerja dan pembuat koreografi. Saya suka menganggap bahwa peran kecil dan tambahan seperti pekerja itu tidaklah penting dan tidak berguna, tetapi seiring berjalannya waktu, saya menyadari bahwa peran-peran kecil tersebut sangatlah penting untuk keutuhan drama, tanpa adanya tokoh-tokoh tambahan, drama akan terlihat sepi dan kosong. Tokoh-tokoh tambahan juga perlu untuk melakukan akting dengan maksimal karena merekalah yang membantu untuk membangun atmosfer yang ingin dibuat dan ingin disampaikan kepada penonton, sehingga penonton lebih mengerti alur cerita dari drama tersebut. Saya lebih belajar banyak hal dalam membuat koreografi, saya belajar pentingnya bekerjasama dan latihan secara rutin untuk menyamakan gerakan. Kepemimpinan dalam mengambil tindakan dan keputusan, ternyata penting untuk kita mengambil tindakan atau mengambil sebuah keputusan agar semua prosesnya berjalan dan tidak terhambat. Saya juga belajar pentingnya untuk tidak menunda pekerjaan agar pekerjaan dan tugas yang diberikan bisa cepat terselesaikan dan tidak menjadi beban yang berkelanjutan.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *