Ujian praktik kolaborasi kelas XII merupakan tugas akhir yang diselenggarakan sekolah dalam bentuk pementasan drama untuk seluruh kelas. Kelas XIIA3 memilih mengangkat kisah tokoh pers nasional, P. K. Ojong. Drama ini berlatar masa Orde Baru ketika kebebasan pers berada dalam tekanan. P. K. Ojong digambarkan harus memilih antara keselamatan diri atau tetap mempertahankan prinsip kebenaran dalam pemberitaan. Di tengah ancaman dan tekanan, ia tetap teguh memperjuangkan kebebasan pers. Kisah ini menekankan keberanian, tanggung jawab, dan harga dari sebuah kebenaran.
Dalam ujian praktik ini, saya berperan sebagai ketua sie dekorasi, aktor cameo sebagai penjual pasar, serta penerima tamu. Sebagai ketua dekorasi, saya bertanggung jawab atas perencanaan dan pembuatan properti bersama tim. Sebagai aktor cameo dan penerima tamu, saya turut terlibat langsung dalam jalannya pementasan.
Proses persiapan telah dimulai sejak Desember 2025 setelah masa Penilaian Akhir Tahun (PAT) selesai. Pada masa class meeting, kami mulai menyusun naskah, merancang alur cerita, serta menentukan konsep properti dan kebutuhan panggung. Setelah libur sekolah, proses dilanjutkan dengan penyempurnaan naskah, latihan adegan, serta pengerjaan properti dan unsur artistik lainnya yang seluruhnya dilakukan di sekolah maupun beberapa lokasi pendukung.
Pada 12 Januari 2026, latihan dilaksanakan di Vincentius Hall SMAK St. Louis 1 Surabaya. Latihan masih berupa kerangka awal, dengan fokus pada satu hingga dua adegan pertama, sekaligus mencoba lighting dan penempatan posisi aktor di panggung.


Pada 13 Januari 2026, latihan dilanjutkan di Bangsal Lazarus SMAK St. Louis 1 Surabaya. Beberapa properti yang telah selesai dibuat mulai digunakan. Setelah latihan, kami menerima banyak evaluasi dari guru dan teman-teman sehingga beberapa bagian perlu diperbaiki, ditambahkan, maupun dikurangi.

Pada 14 Januari 2026 di Francis Room, tim dekorasi menyusun konsep feeds Instagram kelas, sementara para aktor berlatih adegan demonstrasi berulang kali. Evaluasi kembali dilakukan untuk menetapkan perubahan pada adegan dan dialog.


Pada 16 Januari 2026 di rumah Trevina, tim dekorasi mengerjakan berbagai properti seperti lampu jalan, tumpukan koran, dan kamera replika, sekaligus memikirkan tambahan properti lain. Pada hari yang sama, para aktor melakukan sesi foto untuk kebutuhan poster.

Pada 19 Januari 2026, sesi foto setiap sie dilakukan di BAV Studio Marvel City untuk melengkapi kebutuhan publikasi.

Pada 21 Januari 2026, kami melakukan sesi foto dan pengambilan video trailer di kawasan Kota Lama, kemudian melanjutkannya di studio untuk menyempurnakan hasil trailer agar lebih maksimal.


pada 25 Januari 2026, sie dekor melanjutkan dekor-dekor yang belum seperti news stand, papan-papan demo dan kain demo, membuat telepon dan lainnya selesai di Apartement Edu City
Pada 26 Januari 2026, latihan dilakukan secara penuh (full scene) lengkap dengan properti di BAV Studio Marvel City. Tim dekorasi melanjutkan pengerjaan properti yang perlu ditempel dan disempurnakan, serta menyusun barisan untuk sesi foto.

Pada 29 Januari 2026, latihan difokuskan pada pemantapan beberapa adegan yang masih perlu diperkuat agar lebih matang.
Pada 31 Januari 2026, latihan kembali dilakukan di Studio Marvel City untuk memantapkan para aktor, sekaligus memulai pembuatan properti tambahan seperti desain meja kantor untuk pemeran utama.

Pada 2 Februari 2026, di Francis Room, latihan difokuskan pada perbaikan adegan yang telah diubah serta penyempurnaan lighting, dan musik.

Pada 3 Februari 2026, latihan di Bangsal disaksikan oleh guru-guru panitia ujian praktik. Banyak evaluasi diberikan sehingga beberapa adegan harus ditata ulang dan beberapa dialog mengalami perombakan.

Pada 4 Februari 2026 latihan dilaksanakan di Vincentius Hall tanpa properti untuk memantapkan setiap adegan dan pendalaman karakter. Sepulang sekolah sie dekor melanjutkan dekor seperti mengecat tiang lampu, memperbaiki news stand, mengecat sisa-sisa yang belum di cat.


Pada 6 Februari 2026 di rumah Trevina, kami menonton dokumentasi pementasan kakak kelas tahun sebelumnya dan melakukan evaluasi besar. Kami memutuskan untuk mengurangi beberapa adegan yang kurang penting serta menambahkan unsur tarian, musikal, dan properti agar lebih menarik. Perubahan yang dilakukan mendekati hari-H ini menjadi tantangan besar sehingga persiapan dan pengerjaan dekorasi dan properti tambahan dilakukan hingga larut malam.


Pada 7 Februari 2026, proses pembuatan dekor tambahan dilanjutkan di rumah Trevina, kemudian siangnya latihan dilakukan di Studio Marvel City. Setelah itu, tim kembali mengerjakan dekor hingga malam hari untuk memperbaiki dan menambahkan properti baru serta melatih tambahan musikal dan tarian.

Pada 8 Februari 2026, pengerjaan dekor kembali dilanjutkan oleh sie dekor dan perlengkapan di rumah Trevina hingga hampir 90% selesai, meskipun harus bekerja hingga larut malam.

Pada 9 Februari 2026, gladi kotor dilaksanakan di Vincentius Hall SMAK St. Louis 1 Surabaya dan disaksikan oleh kelas lain serta guru penilai. Tim dekorasi memastikan seluruh perlengkapan panggung siap, sementara para aktor memantapkan adegan mereka di Studio Dojo.

Pada 10–11 Februari 2026, gladi bersih dan gladi kotor dilakukan di Bangsal yang telah dipersiapkan sebagai lokasi pementasan. Penyempurnaan dilakukan pada lighting, videotron, perpindahan adegan, serta penataan perlengkapan agar pementasan berjalan lancar dan aman. Seluruh tim bekerja penuh waktu untuk memastikan hasil terbaik saat hari penampilan tiba.

pada 12 Februari 2026, hari yang ditunggu-tunggu yaitu hari pementasan drama. Semua berjalan dengan lancar walaupun ada sedikit kendala pada sound namun hal tersebut bukanlah penghalang kami dan dapat dilalui dengan baik. Semua hasil kerja keras terbayarkan dengan hasil yang memuaskan.

pasa 13 Februari 2026, saya menjalankan tugas sebagai penerima tamu bersama teman-teman dari kelas lain. saya bertugas berjaga di bangsal.

peran yang paling menantang adalah sebagai ketua sie dekorasi karena saya bertanggung jawab atas seluruh properti dan tampilan panggung di tengah keterbatasan waktu, anggaran, dan koordinasi tim. Saya harus mengatur pembuatan, perbaikan, serta penyesuaian dekor sesuai visi sutradara, bahkan ketika beberapa properti rusak dan perlu dibuat ulang. Meski melelahkan dan sempat menimbulkan perbedaan pendapat, pengalaman ini mengajarkan saya tentang kepemimpinan, kesabaran, komunikasi, dan kerja sama, dan rasa lelah tersebut terbayar ketika melihat dekorasi dapat digunakan dengan baik saat pementasan berlangsung.
Melalui seluruh proses ini, saya belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, manajemen waktu, serta kepemimpinan. Walaupun prosesnya melelahkan dan penuh tantangan, kebersamaan dan hasil akhir yang memuaskan menjadi pengalaman berharga yang tidak terlupakan. Ujian praktik ini bukan hanya sekadar penilaian akademik, melainkan juga pembelajaran nyata tentang kolaborasi, komitmen, dan dedikasi.