Dokumentasi Ujian Praktik – Sabina Larasati Danendra – XII A3 / 25

Pada awal proyek ini dimulai, saya tidak pernah membayangkan bahwa prosesnya akan panjang dan penuh tantangan. Peran utama saya adalah sebagai scriptwriter, sehingga saya harus bekerja lebih awal dibandingkan sie-sie lainnya. Tantangan terbesar saya adalah menerjemahkan konsep dan ide menjadi sebuah pementasan yang bisa ditampilkan secara visual di atas panggung. Saya sempat buntu ide, terutama karena P. K. Ojong bukanlah tentara atau martir yang gugur secara heroik. Namun, dari situ justru muncul arah utama yang kelak menjadi ciri khas cerita kami, yaitu menampilkan keberanian P. K. Ojong dalam membela kebenaran melalui kata, karya, dan kerja nyata, bukan melalui pengorbanan fisik.

Memasuki tahap latihan bersama, urusan naskah sudah tidak lagi sepadat sebelumnya, sehingga saya mengambil peran tambahan sebagai figuran pekerja dan penjual sate. Meskipun tidak memiliki dialog, saya tetap harus menari dan melatih ekspresi untuk membangun suasana panggung. Peran ini membantu saya mengevaluasi naskah dari sudut pandang pemain, sehingga saya dapat mengenali bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki. Selain itu, saya juga bertugas menyampaikan pengantar bahasa Jawa di awal pementasan.

Ketika saya mengira seluruh konsep sudah final dan hanya tinggal menyempurnakan latihan, satu minggu sebelum hari-H kami kembali diminta melakukan revisi naskah oleh para sutradara untuk mengurangi dialog. Ternyata, tujuannya adalah untuk menambahkan adegan menyanyi bagi aparat. Dari situ, saya kembali mendapat peran tambahan sebagai backdancer untuk memeriahkan adegan tersebut. Saya menikmati prosesnya, meskipun secara teknis cukup menantang karena harus berganti kostum hingga tiga kali di belakang panggung. Mulai dari kemeja putih sebagai pekerja, kebaya sebagai penjual sate, hingga pakaian hitam sebagai backdancer, lalu kembali lagi ke kostum pekerja.

Pada hari pementasan, seluruh rangkaian acara berjalan dengan sangat baik. Pementasan berlangsung lancar, natural, dan hasilnya melebihi ekspektasi saya. Tema yang kami angkat terasa tidak terlalu berat, tetapi juga tidak ringan, sehingga pesan utamanya dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton. Dari proyek ini, saya belajar bahwa kolaborasi dalam satu kelas membutuhkan komunikasi, fleksibilitas, dan kesiapan untuk berperan lebih dari satu tugas. Proses yang panjang dan penuh tantangan ini justru menjadi pengalaman berharga yang memperlihatkan bahwa kerja sama yang baik dapat menghasilkan sesuatu yang sangat besar dan bermakna.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *